Kebanyakan Minum Air juga Ternyata Berbahaya

Selama ini kebanyakan orang selalu berpikir bahwa minum banyak air lebih baik bagi tubuh daripada kekurangan air atau dehidrasi. Minum berlebihan justru bertentangan dengan sinyal biologis manusia.
Para atlet juga seringkali banyak minum air saat berolahraga untuk menjaga asupan cairan tubuhnya. Sayangnya, kebanyakan minum air bisa berakibat fatal dan mematikan.
Seorang pelari marathon di Inggris bernama Kate Mori mengikuti perlombaan London Marathon pada tahun 2007. Itu adalah perlombaan keempat yang pernah ia ikuti.
Saat itu, suhu sedang mencapai puncaknya pada 23,5 derajat Celcius. Dengan maksud ingin mempertahankan asupan cairan, Mori berusaha meminum air sesering mungkin setiap berhenti di sepanjang rute. Baca pos ini lebih lanjut
Iklan

Dokter Dituduh Sengaja Bunuh Pasien dengan Resep Obatnya

Seorang dokter di California dituduh telah meresepkan obat sembarangan untuk pasien yang belum tentu membutuhkan. Dokter wanita bernama Hsiu-Ying Tseng, 42 tahun, ini harus menghadapi tuduhan pembunuhan setelah pasiennya meninggal dunia. Dr Tseng meresepkan lebih dari 27.000 obat untuk pasiennya selama tiga tahun atau rata-rata 25 resep sehari. Akibatnya, 3 orang pasiennya pun meregang nyawa.

Vu Nguyen (29 tahun) dari Lake Forest, Steven Ogle (25 tahun) dari Palm Desert, dan Joseph Rovero III (21 tahun) dari San Ramon adalah korban dr Tseng yang diberi obat resep untuk mengobati gejala kecemasan. Baca pos ini lebih lanjut

Umur 3 Tahun Sudah ‘Mati’ 5 Kali Akibat Kelainan Jantung

Umumnya seseorang bisa meninggal jika jantungnya berhenti bekerja. Tapi tidak bagi bocah ini, akibat memiliki kelainan jantung yang langka, ia pernah 5 kali ‘mati’ dalam setahun.

Aaron Sweeney (3 tahun) memiliki kelainan jantung langka yang bisa membuat jantungnya berhenti berdetak hingga 7 menit saat kambuh. Sang ibu menuturkan kondisi ini pernah terjadi sebanyak 5 kali dalam setahun, karena itu Aaron sering dikatakan ‘mati’ 5 kali dalam setahun.

Saat ini Aaron dilengkapi oleh defibrilator yang melekat di kulitnya untuk membantu menghidupkan kembali jantungnya jika berhenti berdetak. Ibunya, Jolaine Clark (28 tahun) telah dilatih menggunakan defibrilator ini untuk menghidupkan anaknya kembali.

Aaron yang tinggal bersama dengan ibu dan kakek neneknya, Elaine (50 tahun) dan Joe (50 tahun) pertama kali pingsan saat ia menonton televisi di rumahnya Januari tahun lalu. Keluarga pun membawanya ke rumah sakit dan berhasil menghidupkannya kembali dan mendapatkan pengobatan penuh hingga pulih.

Tapi sayangnya saat itu dokter di Yorkhill Hospital tidak berhasil mendiagnosis keadaannya, hingga akhirnya Aaron mengalami pingsan lagi untuk kedua kalinya pada Maret tahun lalu dan berhasil dihidupkan lagi.

Barulah saat Aaron mengalami pingsan untuk ketiga kalinya dokter berhasil mendiagnosis keadaannya dengan kondisi Prolonged QT Syndrome atau dikenal dengan sebutan Sindrom kematian mendadak (Sudden Death Syndrome). Kondisi ini merupakan cacat jantung yang berkembang di dalam rahim.

“Pertama kali terjadi saya tidak tahu harus berbuat apa, itu mengerikan. Saya harus melihatnya pingsan seperti mati dan harus menghidupkannya kembali, ujar Jolaine, seperti dikutip dariDailymail, Kamis (22/3/2012).

Jolaine menuturkan saat ini ia sudah sedikit tenang karena telah dilatih untuk membantu menghidupkannya kembali jika ia mengalami colaps. Kondisi ini membuatnya tidak bisa kembali bekerja dan Aaron belum bisa bersekolah.

Saat ini Aaron dilengkapi dengan alat pemantau khusus jantung yang ditanamkan di dadanya pada Januari. Alat ini akan mendeteksi saat jantung Aaron gagal bekerja dan merekam kondisi medisnya.

Namun bocah laki-laki ini mengalami gagal jantung pada bulan lalu dan akan menjalani operasi pada akhir tahun. Saat ini ada defibrilator permanen yang ditanam di bawah kulitnya sehingga alat ini akan memicu secara otomatis ketika jantungnya mulai gagal.

“Dia benar-benar hebat dan selalu bahagia, ia tahu ada yang sesuatu yang salah dengan dirinya tapi ia bisa menangani dengan sangat baik. Dokter sebenarnya melarang ia untuk berlari, tapi saya tidak bisa menghentikannya,” ujar Jolaine yang tinggal di Mosspark, Glasgow.

Jolaine menuturkan meski Aaron sudah divonis dengan kelainan jantung langka, ia hidup seperti halnya anak 3 tahun yang normal. Namun ia harus melakukan check up di Yorkhill Hospital secara teratur setiap 6-8 minggu.

Mensos Prihatin Narkoba Sudah Jangkau Murid SD

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengaku prihatin dengan peredaran narkoba dalam berbagai bentuk yang sudah menjangkau murid sekolah dasar (SD) di tanah air.

“Yang kita khawatirkan bukan lagi anak-anak SMA atau mahasiswa, tapi anak SD juga sudah terkena narkoba,” kata Menteri Sosial saat mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis.

Menteri Sosial berada di Ponpes Suryalaya untuk memberikan bantuan kepada panti rehabilitasi remaja Inabah yang salah satunya membina para pecandu narkoba.

Menteri juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka termasuk pertemanan sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat salah satunya narkoba. Baca pos ini lebih lanjut

Waspadai Mainan Anak Beracun di Mal

Para orang tua sebaiknya harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih dan memberikan mainan untuk anak. Pasalnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru-baru ini menemukan banyak mainan edukasi yang beredar di pasaran mengandung bahan berbahaya.

Pada bulan Maret 2011, YLKI bersama dengan Departemen Kimia FMIPA-Universitas Indonesia melakukan pengujian terhadap beberapa jenis mainan edukasi yang dijual di beberapa tempat seperti pasar mainan, ITC dan mal/ pusat perbelanjaan di 5 wilayah DKI Jakarta. Baca pos ini lebih lanjut

Jangan Lupakan Kasus AIDS Remaja Kita

Hari AIDS Sedunia, 1 Desember menjadi momentum penting untuk merenungkan persoalan yang punya dampak luar biasa bagi masa depan bangsa, dan kita seolah-olah melupakannya. Banyaknya persoalan yang dihadapi negeri ini, aneka kegaduhan di kalangan elite kekuasaan, sepertinya menutupi sebuah ancaman besar. Kasus Human Immuno Deficiency Virus (HIV/) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), mencapai angka luar biasa. Tahun 2011, Indonesia meningkat tercepat di ASEAN, dan korban virus mematikan ini sebagian besar adalah remaja, generasi emas kita. Baca pos ini lebih lanjut

Ratusan Belatung Suah Diangkat dari Kepala Faisal

Muhamad Faisal (1,5 tahun) , bayi malang itu terbaring lemah di ruang Cendrawasih 2 RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Selasa (29/11). Sebab, saraf di kepalanya tengah digerogoti oleh belatung.

Sang ayah, Suryadi mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi anak kesayangannya. “Saya hanya bisa pasrah saja, ketika 200 lebih ulat belatung dikeluarkan dari kepala Faisal,” ungkap Suryadi lirih.
Faisal adalah anak keenam dari pasangan Suryadi dan Ngaini. Keseharian Suryadi, hanya bekerja sebagai buruh penjaga kebun kelapa sawit di daerah Simpang Lima Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Baca pos ini lebih lanjut

Swasta Didorong Perluas Layanan Jamkesmas

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengajak rumah sakit-rumah sakit swasta meningkatkan jumlah layanan kelas III. Rumah sakit swasta juga diminta bekerja sama menerima pasien dengan layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Asuransi Kesehatan.

“Saat ini, baru 300-an rumah sakit yang ikut program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Askes. Kami harap peranan swasta di sini diperluas,” ucap Endang di sela pertemuan bulanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Kesehatan, Rabu (23/11/2011), di Jakarta. Baca pos ini lebih lanjut

Virus HIV/AIDS Menjangkiti 4.827 Warga Jakarta

Penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Pemprov DKI Jakarta, Rohana Manggala di Kedai Nyonya Jakpus Kamis (24/11/2011).

“Berdasarkan sumber Seksi Surveilans Epidemilogi HIV/AIDS Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2010 total ada 4318 kasus HIV/AIDS dan hingga Juni tahun 2011 ada 4827 kasus,” jelas Rohana.

Selanjutnya Rohana juga mengatakan mengigat kondisi penderita HIV/AIDS yang semakin banyak harus tetap menjadi semangat semua orang untuk lebih meningkatkan frekuensi perhatian bagi seluruh lapisan masyarakat. Baca pos ini lebih lanjut

Alergi Vaksin, Gadis ini Tertidur 23 Jam/hari

Mulanya Steve dan Pauline Hinks sangat percaya dengan pentingnya suntikan vaksin yang ditawarkan untuk melindungi putri mereka, Lucy, dari kanker serviks. Namun belakangan, mereka yakin suntikan itu justru menjadi biang penyakit misterius yang membuat Lucy tidur sampai 23 jam sehari.

Sebelum menerima vaksin, Lucy yang masih berusia 13 tahun sangat sehat, dan memiliki catatan prestasi yang cukup baik di sekolahnya. Namun, semua berubah setelah ia menerima suntikan Cervarix di sekolahnya.  Baca pos ini lebih lanjut

Kementerian Kesehatan Tegur RS yang Tangani Bayi Nisza

Kementerian Kesehatan memberikan teguran kepada Rumah Sakit Mitra Anugerah Lestari (MAL), Kota Cimahi, Jawa Barat sehubungan kasus meninggalnya pasien Nisza Ismail (8 bulan) .

“Kemenkes menyesalkan kurangnya komunikasi antara pihak RS MAL dengan keluarga pasien, hingga terjadi kesalahpahaman dan buruknya citra pelayanan RS. Untuk itu, Kemenkes meminta RS MAL melakukan pembenahan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu/ miskin dan administrasi gawat darurat,” kata Sekretaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan dr H Kuntjoro Adi Purjanto MKes dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu.

Nisza Ismail, anak pasangan Martin Ismail (27) dan Susan Kania (29) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Anugerah Lestari (MAL) pada tanggal 24 Oktober setelah dirawat sehari di rumah sakit itu.

Martin Ismail dalam pernyataannya kepada wartawan setempat  menyatakan pihak rumah sakit sengaja memperlambat memberikan obat dan penanganan lainnya kepada anak keduanya tersebut karena dirinya tidak mempunyai uang untuk membayar biaya administrasi ruangan dan tebusan obat sebesar Rp500 ribu.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan telah meminta keterangan tertulis mengenai kronologi kejadian tersebut.

Setelah melakukan penilaian, Kuntjoro menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah meminta agar RS MAL melakukan evaluasi kinerja dan audit medis terhadap pelayanan kesehatan.

“Selain itu, perlu meningkatkan pelayanan mutu RS didasarkan pada standar pelayanan RS dan standar operasional prosedur yang berorientasi kepada keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan,” ujar Kuntjoro.

Ia melanjutkan bahwa berdasarkan Undang-Undang RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 29 ayat (1) huruf (f) menyatakan, setiap RS wajib melaksanakan fungsi sosial diantaranya memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin dan pelayanan gawat darurat tanpa uang muka.

“Kementerian Kesehatan menyesalkan kejadian ini dan berharap agar tidak terulang kembali. RS perlu bertindak profesional namun manusiawi,” kata Kuntjoro.

Sebelumnya, Menkes juga telah menegaskan bahwa di setiap rumah sakit seharusnya pasien dilayani terlebih dahulu, terlepas dari permasalahan biaya. Baca pos ini lebih lanjut

Dinkes Tanggung Biaya Pengobatan Bayi “Menangis Darah”

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, akan menanggung semua biaya pengobatan, Muhammad Rehan yang mengeluarkan darah saat menangis.

“Biaya pengobatan Rehana akan ditanggung oleh Pemkab Tangerang melalui Dinas Kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Naniek Isnaeni di Tangerang, Rabu.

Muhammad Rehan mengalami sakit yang berbeda dari biasanya. Setiap kali menangis, anak pasangan dari Andri Riyanto (26) dan Siti Muamalah (22) itu, mengeluarkan darah setiap kali menangis keras.

Sejak dilahirkan 21 Oktober 2011, Rehan yang tinggal di Gang Masjid III, Kampung Kadu Sabrang RT 003 RW 02, Cikupa, Kabupaten Tangerang sudah empat kali menangis mengeluarkan darah dari kedua kelopak matanya.

Ditambahkan Naniek bila hasil pemeriksaan saat ini, penyakit yang diderita Rehan disebabkan adanya infeksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan hasil laboratorium, Rehan tidak mengalami kelainan di matanya.

“Hasil pemeriksaan kita, kondisi Rehan masih normal. Kesehatannya juga baik-baik saja sehingga hanya melakukan rawat jalan,” katanya.

Naniek mengatakan penyebab infeksi mata yang dialami rehan bisa terjadi saat dia masih dalam kandungan atau setelah dia lahir.  Baca pos ini lebih lanjut

Misteri Air Mata Darah Bayi di Tangerang

Mungkin Anda sering mendengar istilah ‘menangis darah’ untuk menunjukkan takar kesedihan yang luar biasa. Namun di Tangerang, ada seorang bayi yang benar-benar mengeluarkan darah dari matanya saat menangis. Namanya, Muhamad Rehan. Bayi yang lahir 21 Oktober 2011 itu sudah lima kali mengeluarkan air mata darah saat menangis kencang. Pertama kali saat ia berusia lima hari. Orangtua sempat mempat membawanya ke dokter spesialis mata di Kabupaten Bojong, Tangerang. Namun, tak ada diagnosis yang mereka terima. Baca pos ini lebih lanjut

Awas, Marak Situs Penjual Obat Kuat Illegal

Untuk menekan peredaran obat palsu dan ilegal, selama ini pengawasan pemerintah terfokus pada penjualan di kios dan toko. Dari sana, kemudian petugas mengusut produsennya. Namun, cara itu tidak lagi sepenuhnya efektif. Sebab, kini makin banyak penjual obat gelap yang lebih senang memasarkan produk mereka lewat Internet.

Penjualan obat ilegal lewat dunia maya diyakini lebih praktis ketimbang harus membuka toko. Selain itu, konsumen juga merasa nyaman karena tak perlu repot-repot mendatangi toko. Lebih penting lagi, konsumen senang karena privasi mereka terjaga.

Tengok saja hasil razia tim gabungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Polri, Bea Cukai, dan Kemenkominfo, pada 20-27 September 2011 lalu. Petugas mengidentifikasi sedikitnya ada 30 situs yang mempromosikan serta menjual obat ilegal dan palsu. Produk-produk itu langsung disita. “Produk yang disita antara lain obat tradisional dan suplemen makanan ilegal,” ujar Ketua BPOM Kustantinah, Rabu 5 September 2011.

Dia menjelaskan hampir 50 persen obat ilegal yang dijual melalui situs-situs itu adalah obat disfungsi ereksi dan perangsang libido perempuan.

Dari operasi ini, BPOM menyita 57 item obat ilegal. Dari jumlah itu, 26 item (45,6 persen) adalah obat disfungsi ereksi, 10 item (17,5 persen) perangsang libido perempuan, anestesi lokal 7 item (12,3 persen), dan 12 item (21,3 persen) masuk kategori obat tradisional. Yang terakhir ini terdiri dari penurun berat badan sebanyak 8,8 persen dan minyak gosok 12,3 persen. Selain itu, didapati 2 item suplemen makanan ilegal, atau sebanyak 3,5 persen.

Jumlah secara keseluruhan adalah 1.225 kotak, 115 botol, 24 tube, 13 saset, dan 240 tablet. Nilainya Rp82 juta. Dalam razia ini, dua orang pedagang ditangkap dan diserahkan ke Polri, dua lainnya diperiksa guna pengembangan penyidikan.

Obat palsu dan ilegal diedarkan melalui website dalam beragam bentuk. Ada yang berbentuk kapsul, cairan, tablet dan bubuk jamu. Kendati palsu dan ilegal, obat yang kebanyakan bertuliskan huruf kanji ini ada yang mencantumkan nomor registrasi. Tapi, setelah dicek, itu bukan dikeluarkan resmi oleh Kementerian Kesehatan.

Kustantinah menjelaskan pihaknya sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs-situs tersebut. Dia mewanti-wanti penggunaan obat-obat tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, juga tak diketahui bagaimana efek dari penggunaannya. “Kalau ilegal dan palsu kami tidak tahu apakah aman atau tidak,” tambahnya.

Kustantinah memperingatkan di antara obat-obatan itu juga terdapat jenis yang hanya boleh didapat dengan resep dokter. “Obat-obat jenis ini tidak boleh dipromosikan sembarangan, cuma boleh di media kedokteran,” tuturnya. “Masyarakat bisa menelannya kapan saja, sehingga tidak ada jaminan akan lebih sehat atau parah,” dia menerangkan.

Untuk itu, Kustantinah meminta masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh berbagai promosi obat-obatan, baik itu melalui website ataupun pada media lainya. “Tidak ada jaminan keamanan dalam mengkonsumsi obat-obatan ilegal. Kami harap masyarakat jangan membeli obat-obat tersebut,” ujarnya.

(sehat/ZM/viva)

Aspek Non-Medis dalam Layanan Kesehatan

Lebih dari 100 tahun yang lalu, Ralph Waldo Emerson berkata, “bila seseorang dapat menulis buku yang lebih baik, menyampaikan ceramah yang lebih menarik, atau membuat perangkap tikus yang lebih hebat daripada orang lain, meskipun rumahnya ada di tengah hutan, dunia akan membangun jalan ke rumahnya.”

Apa yang dikatakan Emerson mungkin benar bagi sebagian orang. Namun, bagi kebanyakan kita, keahlian saja tidak cukup. Meskipun kita bisa membuat burger yang lebih lezat dari McDonald atau ayam goreng yang lebih renyah daripada KFC, tidak lantas berarti masyarakat akan berbondong-bondong membeli produk kita. Demikian juga bagi dokter, keahlian medis yang bagus saja tidak cukup untuk membuat pasien selalu datang ke praktiknya. Dibutuhkan lebih dari sekedar keahlian untuk membuat orang menyukai jasa kita. Baca pos ini lebih lanjut

Inilah Call Center Makanan Kadaluwarsa

 Tradisi bulan Ramadhan menjelang Lebaran akan dihiasi bingkisan parsel yang berisi makanan ataupun minuman. Polisi memprediksi akan ada saja beberapa pihak yang memanfaatkan tradisi dengan menyebarkan makanan kedaluwarsa untuk mengeruk keuntungan.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sandi Nugroho mengatakan, polisi mengantisipasinya dengan membuka call center pengaduan makanan kedaluwarsa.

“Kami membuka pengaduan lewat Facebook atau silakan telepon ke 021-5234077 kalau masyarakat menemukan makanan seperti itu,” ujar Sandi, Kamis (4/8/2011) di Polda Metro Jaya.

Baca pos ini lebih lanjut

Inilah Ciri Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Walaupun sudah berulang kali disidak dan diperingatkan, tetapi masih saja ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya di pasaran. Bukan cuma terdapat dalam bahan makanan basah seperti mi dan tahu, jajanan anak di sekolah juga tak luput dari ancaman bahan kimia berbahaya.

Dari hasil pengambilan sampel rutin yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam beberapa tahun terakhir, ada empat jenis bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan, yakni formalin, boraks, pewarnarhodamin B, dan methanyl yellow.

Sebenarnya, tanpa melakukan uji laboratorium agak sulit menentukan apakah bahan makanan yang dijual aman atau bebas dari bahan kimia berbahaya.

Namun, menurut Chandra Irawan, staf pengajar dari Akademi Kimia Analisis Bogor, secara umum kita dapat mengenali makanan yang mengandung zat berbahaya dari bentuk fisiknya, seperti warna, tekstur, dan rasa.

Ciri makanan berformalin

– Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius).

– Tahu berformalin: Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat. Tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.

– Ikan berformalin: Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar, dan warna daging ikan putih bersih. Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar.

– Ikan asin berformalin: Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat, tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius.

– Bakso berformalin: Teksturnya sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.

– Ayam berformalin: Teksturnya kencang, tidak disukai lalat, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.

Ciri makanan mengandung boraks:

– Mi basah: Teksturnya kental, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.

– Bakso: Teksturnya sangat kental, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi lebih cenderung keputihan.

– Snack: Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir.

– Kerupuk: Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

Ciri makanan menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow:

– Warnanya mencolok

– Cerah mengilap

– Warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal)

– Ada sedikit rasa pahit

– Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya

Waspada Jajanan Buka Puasa Berformalin

Hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan, penyalahgunaan zat-zat berbahaya seperti formalin, boraks dan rhodamin-B masih juga ditemukan di masyarakat.  Dari pengawasan BPOM selama bulan suci Ramadhan 2011, bahan berbahaya tersebut disalahgunakan dalam proses pembuatan jajanan buka puasa.

Menurut keterangan Kepala BPOM Kustantinah di Jakarta, Rabu (10/8/2011),  dari hasil pengambilan 670 sampel jajanan, 84 persen di antaranya memenuhi syarat, sedangkan 16 persen tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya yaitu formalin, boraks dan rhodamin-B.  BPOM, lanjut Kustantinah, belum akan memberikan sanksi terhadap produsen jajanan khas buka puasa, dan baru sebatas memberikan pembinaan. Baca pos ini lebih lanjut

BPOM Sosialisasikan Layanan Pengaduan

 Guna memberikan perlindungan yang optimal terhadap masyarakat di bidang obat dan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan sosialisasi di antaranya melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK). BPOM menyatakan, keberadaan ULPK sejauh belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas.

Menurut Endang Setyawati, Kepala Bagian Pengaduan Konsumen Badan Pengawas Obat dan Makanan tujuan sosialisasi ULPK adalah untuk mempromosikan bahwa BPOM punya unit layanan pengaduan konsumen.

Unit pengaduan konsumen ini membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat, untuk menyampaikan informasi, atau keluhan-keluhan atau pengaduan yang terkait dengan obat dan makanan yang menjadi domain BPOM.

“Layanan pengaduan konsumen sudah ada sejak berdirinya BPOM tahun 2001. Dan sekarang kembali disosialisasikan dan dipromosikan karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal lebih luas,” katanya, di sela-sela acara sosialisasi ULPK di SDN Pela Mampang 07 Pagi Jakarta, Selasa, (16/8/2011).

Endang mengatakan, ULPK Badan POM sudah ada dan tersebar di seluruh daerah, yang berada di dalam pengawasan unit pelayanan teknis Balai POM. Endang menjelaskan, sosialisasi mengenai UPLK akan lebih ditekankan pada sekolah-sekolah.

Hal ini mengingat anak-anak SD sebagai generasi penerus bangsa yang perlu mendapat perhatian guna menanamkan pengetahuan dini tentang keamanan dan mutu produk obat dan makanan.

“Kita memberikan sedikit pengenalan kepada anak-anak SD karena anak-anak SD banyak yang sering jajan. Kita memberi sedikit pengenalan bagaimana makanan yang sehat, yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Dalam acara sosialisi tersebut, BPOM juga memberikan penjelasan mengenai UPLK kepada orang tua murid dan guru-guru di sekolah SDN Pela Mampang 07 Pagi.

Endang berharap dengan sosialiasi tersebut, orang tua murid dan para guru dapat mengenal lebih jauh mengenai UPLK, Sehingga mereka dapat menyampaikan keluhan atau informasi pada lembaga yang tepat.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk menyampaikan informasi kepada BPOM. “Tidak perlu khawatir menyampaikan informasi kepada kami. Semua data-data ibu kami jamin rahasianya,” tandasnya.

Untuk mekanisme cara penyampaian informasi dan keluhan/ pengaduan terkait obat dan makanan dapat menghubungi UPLK Badan POM dengan cara datang langsung ke Gedung A Badan POM RI, Jl. Percetakan Negara No.23 , Jakarta Pusat atau melalui telepon di nomor 021-4263333, sms 021-32199000, dan email uplk@pom.go.id.

Adapun, untuk tindak lanjut pengaduan diperlukan informasi tambahan seperti: nama konsumen, alamat, nomor telepon, nama produk, nama pabrik, nomor registrasi, keluhan, dan lokasi produk diperoleh.

(sehat/ZM/kompas)

Menkes Resmikan Rumahsakit Bagi Kaum Dhuafa

Rumah sakit mempunyai kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang aman bermutu, efektif, dan tidak diskriminatif serta berorientasi pada kepentingan pasien.

Rumah sakit adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selain  pelayanan dasar yang dilaksanakan Puskesmas dan Posyandu.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH pada peresmian Rumah Sakit Islam (RSI) Sari Asih Ar-Rahmah dan Rumah Sakit Sari Asih Ciputat yang bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Rumah Sakit (RS) Sari Asih ke-30, di Tangerang (15/6).

(sehat/ZM/sehatnews)

‘Divine’Kretek , Asap Rokok yang Menyehatkan

Penemuan divine kretek sebagai mahakarya dan terbesar dalam ilmu pengetahuan menjadi tonggak peningkatan kesehatan berdasarkan kearifan lokal, kata pakar patologi anatomi dari Universitas Diponegoro Semarang Sarjadi.

“Dalam penelitian awal, divine kretek bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, vaskuler, dan autis serta meningkatkan secara optimal kondisi sehat manusia,” kata Guru Besar Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) itu, saat dihubungi dari Yogyakarta, Kamis. Baca pos ini lebih lanjut

Hasil Penelitian Susu Formula Akan Diumumkan Juli

Hasil penelitian terkait cemaran bakteri Enterobacter Sakazakii pada susu formula yang beredar di pasaran saat ini telah selesai dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Meski penelitian sudah selesai, pihak IPB belum akan membeberkan hasil temuannya kepada publik.  IPB akan menyerahkan temuan ini kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk kemudian diumumkan pada awal Juli mendatang. Baca pos ini lebih lanjut

Nyawa Gadis Kecil Ini Terancam Jika Makan

Setiap berangkat sekolah di pagi hari, Ella Campbell (5 tahun) selalu membawa bekal makanan. Tapi makanan itu tidak pernah dimakannya karena bisa membuat nyawanya terancam. Ia membawa bekal makanan agar bisa terlihat normal seperti anak-anak lainnya.

Gadis cilik asal Aylesbury, Buckinghamshire, Inggris ini tetap rutin membawa bekal makan siang yang akan dibukanya saat waktu istirahat. Makanan itu akan dibukanya seperti teman-temannya yang membuka bekal saat makan siang tiba. Tapi oleh Ella makanan itu tidak pernah disentuhnya. Baca pos ini lebih lanjut

Dugaan Malpraktik Akibat Gagalnya Komunikasi Dokter dan Pasien

 Kurangnya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien menjadi pemicu munculnya pengaduan malpraktik yang dilakukan dokter. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) mengakui komunikasi yang gagal telah menjadi masalah tersendiri.

Akibatnya meski dokter sudah menjalankan tugas sesuai prosedur, namun pasien tetap merasa dirugikan karena hasil terapi tidak sesuai harapan.

Hingga Maret 2011, MKDKI telah melayani 127 pengaduan kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan dokter atau dokter gigi. Dari angka terebut, sekitar 80 persen dipicu kurang komunikasi. Baca pos ini lebih lanjut

Tika, Gadis Manis yang Meninggal Karena Jadi Perokok Pasif

‘Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru’.

Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.

Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook.

Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.

Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia. Baca pos ini lebih lanjut

Berobat Keluar Negeri Sembuhnya Dengan Dokter Lokal

Siapa bilang pengobatan di luar negeri selalu lebih baik? Seorang dosen yang sudah berobat bolak balik luar negeri justru menemukan dokter dan pengobatan terbaik untuk cangkok hatinya ada di Indonesia.

Orang tersebut adalah Nidjat Ibrahim, dosen wanita yang mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti sejak 30 tahun lalu.

Nidjat yang lahir di Solo 64 tahun lalu merupakan pasien kedua dalam proyek terbesar yang melakukan transplantasi atau cangkok hati di RS Puri Indah, Kembangan, Jakarta, pada 17 Desember 2010. Operasi tersebut memakan waktu sekitar 13 jam.

Nidjat mengetahui bahwa dirinya menderita sirosis (pengerasan hati) pada tahun 2001, tapi ia sama sekali tidak merasakan keluhan apa-apa karena sangat gila kerja (workaholic). Baca pos ini lebih lanjut

Seorang Dokter Tidak Boleh Diskriminatif

Selain dituntut profesional, seorang dokter juga tidak boleh membeda-bedakan pasien, baik dari sisi agama, suku, golongan, maupun kaya dan miskin, kata Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dasron Hamid.

“Anggaplah pasien tersebut saudara sendiri. Obatilah mereka tanpa memandang agama, suku, kaya maupun miskin,” katanya pada pelantikan dan sumpah dokter periode XXIX Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, seorang dokter harus menangani pasien secara profesional, karena pada dasarnya apa yang dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Perwakilan dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Joko Murdiyanto mengatakan, profesi dokter tidak lepas dari dua hal, yakni profesionalisme dan humanisme. Baca pos ini lebih lanjut

Masya Allah, Diperkirakan 30 Bayi Bisu Lahir Di Sumut

Gangguan pendengaran terhadap bayiyang baru lahir kian tinggi. Di Medan, dari empat ribu bayi yang lahir per bulan, delapa di antarana dalam kondisi bisu/tuli.

“Di Sumut per bulan mencapai 30 jiwa bayi lahir yang bisu,” kata Ketua Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Sumatra Utara, dr Delfitri Munir, di Medan, Ahad (21/11). Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi untuk mengurangi bayi lahir dalam kondisi bisu dan tuli, bahkan meniadakannya melalui pencanangan Medan Bebas Tuli pada bayi yang akan dilakukan Senin (22/11) di Dinas Kesehatan Kota Medan. Baca pos ini lebih lanjut

Bayi Tanpa Anus Itu Sekarang Ingin Jadi Dokter

Air mata syukur hadir di tengah keluarga AA Swarna (42 ) dan Rohdah (40 ), pasangan suami-istri dari Kedaung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Rasa syukur itu hadir karena pertolongan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang tiada henti untuk kesehatan anak kelima mereka yang bernama Nur Aisyah (9). Sang putri kini duduk di kelas 3 di SD 03 Ciputat. Aisyah adalah pasien bedah pertama LKC pada awal berdirinya.

Rohdah berkisah, ketika janin Aisyah berusia 3 bulan, dia mengalami pendarahan. Ketika itu dia sempat mendapat pertolongan bidan dan alhamdulillah kandungannya selamat hingga 9 bulan. Dia pun melahirkan Aisyah dengan normal. Hanya saja, Rohdah harus ikhlas menerima anak perempuannya itu lahir tanpa anus. Baca pos ini lebih lanjut

Minum Obat Pencegah Kaki Gajah, Warga Pingsan

Seorang warga RT 03/09 Kampung Andir Desa/Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dibawa RS Soreang, setelah menelan obat antipenyakit kaki gajah atau filariasis. “Saya kaget kenapa pusing dan mual-mual, tapi tidak bisa memuntahkan makanan, mata kunang-kunang dan pusing sekali, dan tahu-tahu saya sudah ada di sini,” kata Intan Nuraeni (19) saat siuman di ruang UGD rumah sakit, Rabu malam.

Iin, panggilan Intan, yakin sebelum menelan obat tersebut sudah makan terlebih dahulu dan kondisi tubuhnya pun memungkinkan untuk menelan obat yang diberikan setahun sekali itu. Iin masuk rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bandung itu, diantar majikannya, Ninin, yang mengkhawatir kondisi Iin mulai tidak stabil. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: